Cara Penyimpanan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Penyimpanan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Penyimpanan ASI Perah – Salah satu anugerah terbesar seorang ibu pascamelahirkan adalah dapat memberikan si kecil asupan ASI yang cukup. Baik ibu yang berada di rumah maupun ibu yang bekerja rela mengupayakan berbagai macam cara agar si buah hati dapat merasakan nikmatnya ASI yang terbukti mengandung hampir 200 unsur zat makanan penting.

Akan tetapi, untuk bunda yang bekerja di luar rumah jelas memiliki perjuangan tersendiri, saat harus mulai kembali bekerja. Waktu yang terbatas bersama bayi adalah salah satu pemicunya. Jika bunda bersikukuh menghindarkan bayinya dari susu formula, bunda yang berkerja jelas perlu mengetahui tips dan cara menyimpan ASI Perah (ASIP) yang baik dan benar. Tips ini adalah salah satu hal yang juga penting selain tips melancarkan ASI.

Berikut ini adalah tips-tips yang dapat bunda praktikkan dalam cara menyimpan ASI Perah yang baik dan benar sehingga bunda dapat tetap memberikan ASI pada si kecil kendati tidak bisa terus menerus bersamanya.

Persiapan sebelum Memerah ASI

  1. Bunda dapat memilih waktu dimana payudara dalam keadaan paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari yang selanjutnya memompa setiap 2 – 3 jam sekali.
  2. Persiapan sebelum memerah ASI selanjutnya, jangan lupa untuk mensterilisasi semua peralatan yang akan digunakan ya bun. Ada baiknya jika Breast pump dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan
  3. Bunda dapat memilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana bunda tidak terganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, musholla, dan lain-lain.
  4. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air
  5. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnya: susu, juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara.
  6. Usahakan untuk rileks, kalau bisa dengan kaki yang diangkat bunda.
  7. Bunda juga dapat mengompres payudara kira-kira 5-10 menit, atau mandi air hangat sambil memijat payudara yang bermanfaat membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar.

Cara Penyimpanan ASI Perah

  1. Hal pertama dari cara penyimpanan ASI Perah yang dapat bunda lakukan adalah mempersiapkan tempat untuk penyimpanan ASI perah. Tempat yang disarankan berupa botol kaca botol plastik yang berlabel BPA Free dengan penutup rapat bervolume 80-100 cc untuk sekali minum. Atau ASI perah juga dapat ditempatkan di plastik khusus ASI yang BPA Free tentunya. Tidak disarankan menggunakan botol susu berwarna atau bergambar ya bun, karena ada kemungkinan catnya bisa meleleh jika terkena panas.
  2. Salah satu cara penyimpanan ASI Perah yang sangat penting adalah pada poin ini. Bunda dapat menandai setiap botol dengan keterangan tanggal, hari dan jam saat ASI diperah. Hal ini bermanfaat saat bunda akan memberikan ASI Perah (ASIP) ke si kecil. Ada baiknya jika bunda mengurutkannya dari ASIP yang terlama terlebih dahulu dan pastikan tanggalnya benar dan tulisannya tidak hilang terkena air.
  3. Sebelum memasukkannya ke dalam freezer, Bunda perlu mendinginkan ASI perah selama kurang lebih 30 menit di kulkas bagian bawah (chiller). Setelah itu, baru bunda masukanan ke dalam freezer. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer ya bun, karena bagian ini adalah bagian yang paling mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar (fluktuatif).
  4. Simpan dengan rapi, dimana tanggal terbaru berada di belakang, dengan tujuan memudahkan bunda saat mengambilnya.
  5. Jika dalam satu hari Bunda memompa atau memeras ASI beberapa kali, bisa saja ASI itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu ASI yang digabungkan harus disamakan terlebih dahulu dan disimpan stabil, antara 0 – 15 derajat Celcius. Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan bunda asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama sampai dengan terakhir tidak lebih dari 24 jam.

Cara penyimpanan ASI Perah di freezer sangat membantu bunda untuk tetap memberikan asupan terbaik bagi si kecil ketika bunda sudah harus bekerja. Tapi perlu bunda ingat juga, jika ASI tetap saja cairan yang memiliki  batas waktu penyimpanan.

Ketahanan ASI Perah berapa jam ?

  1. Ketahanan ASI perah di luar udara luar dapat bertahan hingga 4-6 jam. Jika bunda menyimpannya di ruangan ber-AC, usahakan suhu ruangan tetap stabil ya bun.
  2. Ketahanan ASI di cooler bag dapat bertahan hingga kurang dari 24 jam, kecuali sudah ada gejala perubahan warna, bau, dan rasanya.
  3. ASI tahan dalam chiller (tempat penyimpanan buah dalam lemari es) 2 – 5 hari.
  4. Ketahanan ASI di dalam freezer pada kulkas 1 pintu dapat bertahan hingga 2 minggu. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer ya bun, karena bagian ini adalah bagian yang paling mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar (fluktuatif).
  5. Ketahanan ASI di dalam freezer lemari es dua pintu dapat bertahan hingga 6 bulan.
  6. Ketahanan ASI di dalam deep freezer (freezer khusus es krim atau frozen food) dapat bertahan hingga 1 tahun.

Cara menyiapkan ASI Perah dari kulkas

  1. Untuk mencairkan ASI Perah beku, hal pertama yang bunda dapat lakukan adalah mengambil botol ASI dari freezer, dan meletakkannya di bagian penyimpanan buah. Lakukan pada malam hari sebelum besok pagi diberikan ke si kecil. Hal ini bertujuan agar ASI yang membeku perlahan bisa mencair, tetap di lemari es.
  2. Mencairkan ASIP beku dalam botol atau plastik ASI dapat juga dengan disiram dengan air mengalir, ini dapat menghemat waktu bunda apabila dalam kondisi terburu-buru.
  3. Pastikan ASIP beku telah mencair dengan sempurna, yaitu tandanya apabila sudah tidak ada bunga atau gumpalan esnya ya, bunda.
  4. Setelah itu, Bunda dapat mengeluarkan botol ASI dari lemari es setengah jam sebelum jadwal pemberian ASI kepada si kecil.
  5. Selanjutnya, Botol ASI direndam dalam wadah yang berisi air panas agar suhu ASI menjadi hangat secara perlahan.
  6. Kocok botol ASI secara perlahan dengan gerakan memutar sebelum bunda berikan kepada si kecil. Jangan lupa tes kehangatannya dalam telapak tangan bunda agar ASI yang diminum bayi tidak terlalu panas ya bun. Suhu ideal ASIP yang dapat diberikan kepada bayi adalah 40 derajact celcius ya bun.

Hal-Hal yang tidak boleh dilakukan

  1. Mencairkan ASI yang masih beku semalam suntuk pada suhu kamar.
  2. Mencairkan di atas kompor atau direbus.
  3. Memanaskan dengan microwave. Pemanasan di microweve bukan saja akan menghancurkan kandungan vitamin di dalam ASI, tapi juga menubulkan titik-titik panas (hot spot) yang bisa membakar lidah atau mulut bayi.
  4. Jangan menyimpan atau membekukan ulang ASI yang tidak dihabiskan bayi atau ASI yang telah dikeluarkan dari lemari pendingin. Hal ini dimaksudkan agar higienitas ASI tercakupi sehingga bayi terhindar dari resiko diare.

Apa tanda ASI basi ?

Sebenarnya ASI tidak akan mungkin basi, jika bunda mengikuti pedoman pemompaan ASI dan penyimpanan yang baik. Terkadang setelah disimpan atau didinginkan ASI mungkin mengalami perubahan warna dan rasa, tapi hal itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi bun. Asalkan bunda berada dalam keadaan bersih ketika memompa, dan menyimpan ASI dalam botol yang steril dan tertutup rapat dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, ASI akan terjaga dalam kondisi yang baik.

Penyimpanan ASI Perah memiliki risiko menurunkan kadar kandungan kekebalan. Tetapi penyimpanan ASI dengan memakai bahan dari gelas tidak membuat kadar kandungan kekebalan (immunoglobulin) dan komponen lain tidak akan menempel pada dinding wadah penyimpan.  Pembekuan ASI juga dapat mengurangi kemampuan aktivitas sel imun. Sehingga penyimpanan ASIP menggunakn bahan gelas merupakan pilihan yang ideal Bunda.

Itulah tadi artikel tentang Cara Penyimpanan ASI Perah (ASIP) yang baik dan benar. Semoga bisa bermanfaat.

Sumber :

  • Aditya, Nana. 2014. Handbook for New Mom. Stiletto Book: Yogyakarta
  • Berbagai sumber lainnya

Silahkan baca juga :

http://www.nhs.uk/

Leave a Reply