Makanan dan Nutrisi untuk Ibu Menyusui

Makanan dan Nutrisi untuk Ibu Menyusui

Makanan dan Nutrisi Ibu Menyusui - Pasca persalinan seorang ibu tidak dapat serta merta bebas mengonsumsi sembarang makanan. Ibu menyusui harus memperhatikan pola dan menu makanannya sehari-hari karena asupan makanan yang dikonsumsi oleh seorang ibu mempengaruhi ASI sebagai sumber nutrisi untuk si buah hati. Asupan makanan yang mengandung banyak nutrisi sangat dianjurkan bagi ibu menyusui yang baru melahirkan untuk memulihkan kondisi serta mendapatkan kualitas ASI yang bagus selama proses menyusui. Apabila asupan nutrisi ibu menyusui kurang diperhatikan, maka ASI yang dihasilkan tidak akan mengandung gizi yang baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi. ASI dengan kualitas yang baik bisa diperoleh dari makanan yang kaya akan nutrisi atau gizi. Untuk menjaga agar produksi ASI tetap bagus dan penuh dengan nutrisi maka seorang ibu perlu mengonsumsi makanan sehat untuk ibu menyusui.

Menyusui merupakan cara alamiah bagi mamalia, termasuk manusia, untuk memberikan makanan dan minuman kepada keturunannya pada awal kehidupan. Pada masa menyusui kebutuhan gizi ibu menyusui perlu diperhatikan karena ibu tidak hanya harus mencukupi kebutuhan dirinya melainkan harus memproduksi ASI bagi bayinya.

Pengaruh makanan pada kualitas ASI

Konsumsi ibu menyusui tidak secara langsung mempengaruhi mutu/jumlah ASI, dlm tubuh ibu terdapat cadangan berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. Ibu hamil menyimpan cadangan 4 kg sebagai cadangan untuk produksi ASI.

  1. Jika seorang ibu terus-menerus mengonsumsi makanan yang tidak mengandung cukup zat gizi dapat berakibat kelenjar air susu tidak dapat bekerja sempurna, dan berpengaruh juga terhadap produksi ASI. Beberapa makanan terbukti secara alami dapat membantu meningkatkan produksi asi. Lebih detail mengenai makanan asi booster ini bisa di lihat di 10 makanan pelancar asi alami
  2. Kekurangan (defisit) zat gizi secara terus-menerus akan mengakibatkan terjadinya konversi cadangan jaringan tubuh ibu menjadi asi, sehingga bentuk payudara menjadi berubah dan jaringan payudara menjadi mengendor
  3. Efisiensi konversi zat gizi ibu untuk menjadi ASI adalah 80- 90 %, berasal dari makanan ibu sehari-hari atau berasal dari cadangan jaringan tubuh ibu
  4. Ibu dianjurkan minum dlm jumlah cukup, kurang lebih 8 gelas air minum sehari.

Makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui

Berikut ini adalah makanan ibu menyusui yang direkomendasikan :

  1. Sumber zat tenaga ( beras, kentang, bihun, mie, roti, makaroni, krackers, dll)
  2. Sumber zat pembangun ( ayam, ikan, daging, telur, hati, keju, susu, kacang -kacangan, tahu, tempe)
  3. Sumber zat pengatur ( sayur-sayuran yang berwarna hijau dan buah-buahan yang segar)

Makanan bernutrisi untuk ibu menyusui

Beberapa makanan ibu menyusui berikut ini dapat dijadikan pilihan ideal bagi ibu menyusui untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi.

a. Gandum utuh dan nasi merah Kebutuhan karbohidrat yang bisa didapat dari nasi dan roti tentu saja wajib dipenuhi. Agar tidak semata-mata karbohidrat saja yang masuk, sesekali gantilah menu ini dengan makanan berbahan gandum utuh yang lebih kaya serat. Makanan jenis ini juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi ibu dan bayi karena kaya akan asam folat. Selain gandum utuh, nasi merah bisa dijadikan alternatif karena mampu menyediakan kalori untuk produksi ASI berkualitas tinggi.

b. Telur dan ikan Cukupi kebutuhan protein makanan ibu menyusui dengan daging dan telur. Telur mengandung vitamin D yang berperan sebagai pembentuk tulang bayi. Pilihlah telur yang diperkaya DHA untuk mendapatkan kandungan asam lemak esensial yang lebih tinggi. Dapatkan juga protein melalui konsumsi ikan, sedikitnya dua porsi seminggu. Pilihlah ikan yang kaya akan DHA, seperti salmon. DHA sendiri selain bagus untuk perkembangan sistem syaraf bayi, juga berperan mengurangi stres pasca melahirkan bagi sang ibu.

c. Buah dan sayuran Buah dan sayuran memiliki aneka mikronutrisi yang berperan penting dalam perkembangan ibu dan anak. Serat dalam kandungan buah dan sayuran sangat baik bagi sistem pencernaan ibu menyusui. Konstipasi sebagai keluhan paling umum setelah melahirkan bisa diatasi dengan konsumsi buah dan sayuran yang cukup. Pastikan buah dan sayuran yang Anda konsumsi bebas dari pestisida.

Tingkat kecukupan nutrisi ibu menyusui

Kebutuhan gizi ibu menyusui (angka kecukupan gizi) berbeda dengan wanita yang tidak menyusui. Maka tingkat nutrisi yang dibutuhkan tentu saja juga berbeda. Sebagai gambaran secara umum, berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk diketahui.

a.  Kalori Secara umum, ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak dari wanita yang tidak menyusui. Namun, daripada menghitung jumlah kalori, lebih baik berpatokan saja kepada rasa lapar yang sering menyapa Anda. Penghitungan kalori bisa berbeda pada tiap individu karena kebutuhan makanan ibu menyusui sangat dipengaruhi oleh beraneka faktor dari kondisi ibu menyusui sendiri. Tiap ibu menyusui perlu memerhatikan banyaknya aktivitas, metabolisme tubuh, dan frekuensi menyusui.

b.  Vitamin dan mineral Selama menyusui, suatu hal yang normal jika dibutuhkan vitamin dan mineral yang lebih banyak dari pada biasanya. Hal ini dilakukan demi mencukupi kebutuhan ibu dan bayinya sekaligus. Usahakan kebutuhan mineral dan vitamin ini tercukupi agar ibu dan bayi dapat tumbuh optimal. Untuk mendapatkannya, pastikan makanan ibu menyusui yang dikonsumsi bervariasi, seimbang, dan alami. Energi yang dihasilkan makanan alami bisa bertahan lebih lama dalam tubuh daripada makanan berbahan sintesis. Makanan yang bervariasi juga dapat memperkaya gizi air susu, sekaligus membiasakan bayi saat sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI.

c.  Cairan tubuh Pastikan kebutuhan cairan dalam tubuh tercukupi. Minumlah secara teratur tanpa harus menunggu rasa haus terlebih dahulu. Jika warna urine Anda kuning pekat, tambahkan porsi air minum Anda. Meski jumlah asupan minum air tidak memengaruhi suplai ASI untuk bayi, namun upaya mencukupi cairan sangat penting pada masa menyusui. Harap diingat bahwa saat Anda menyusui, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin yang akan mempercepat munculnya rasa haus.

Hai Bun, ingin ASI lancar secara cepat ? Klik pengalaman saya di bawah ini :

Tinggalkan Balasan