Makanan Pantangan Ibu Menyusui, apakah ada?

Makanan Pantangan Ibu Menyusui, apakah ada?

Makanan Pantangan Ibu Menyusui -Periode menyusui merupakan masa yang sangat penting bagi bayi dan bunda, sama pentingnya dengan masa kehamilan. Pada periode menyusui ini hubungan emosional antara bayi dan bunda akan terbentuk dengan baik sehingga masa menyusui sangatlah penting bagi perkembangan mental dan psikis bayi. Periode ini adalah suatu periode dimana si kecil merasakan kehangatan kasih sayang dari ibunya.

Tapi tahukan Bunda ketika seorang ibu pada periode menyusui, mereka harus memperhatikan setiap makanannya? Makanan pantangan ibu menyusui apa saja? Tahukah bunda alasannya? Segala sesuatu yang dimakan dan diminum akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantititas ASI. Sebelumnya saya pernah menulis tentang keberadaan beberapa makanan untuk melancarkan ASI. Artinya, makanan memang memiliki pengaruh pada ASI yang diproduksi. Nah, oleh sebab itu maka bunda harus tahu juga tentang makanan apa yang boleh dikonsumsi untuk busui dan makananan apa yang tidak boleh. Selanjutnya, dalam artikel ini akan dibahas beberapa makanan pantangan ibu menyusui. Baik, mari kita mulai pembahasan mengenai pantangan makanan untuk ibu menyusui bayi. (Baca juga : Faktor ASI Tidak Lancar)

16 Makanan Pantangan Ibu Menyusui

Perlu diketahui bersama bahwa pada dasarnya  ibu menyusui tidak memiliki pantangan terhadap apa yang dimakan dan diminumnya. Namun, ada makanan tertentu yang memiliki dampak pada perubahan rasa ASI. Yah, walaupun beberapa bayi justru malah menikmati perubahan rasa ini. Namun, tak bisa diabaikan juga bahwa tidak sedikit bayi yang merasa tidak senang dengan perubahan tersebut sehingga menjadi enggan menyusui. Artinya, fenomena yang terjadi tersebut menjadi suatu indikasi nyata tentang adanya korelasi antara makanan yang dikonsumsi ibu menyusui dengan kualitas ASI yang diproduksinya.

  1. Makanan pedas

Makanan yang mengandung unsur pedas seperti cabai, merica, jahe dan lain lain jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menurunkan kualitas ASI. Meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa ini adalah mitos, namu Bunda perlu waspada. Hal yang ditakutkan adalah nantinya ASI mengandung senyawa pedas yang dapat menyebabkan iritasi pada lambung si kecil. Hal ini karena sistem pencernaan bayi belum sempurna, akibatnya bayi akan menderita sakit perut, penyebab diare pada bayi dan rewel. Itulah mengapa makanan ini merupakan makanan pantangan ibu menyusui.

  1. Makanan pahit

Ibu menyusui ada beberapa yang menyukai makanan pahit. Apakah bunda juga termasuk? Syukurlah jika tidak. Ada Beberapa makanan yang memiliki rasa pahit yang harus dibatasi konsumsinya, misalnya pare, daun pepaya, dan jamu jika dikonsumsi secara berlebih dapat menyebabkan perubahan rasa ASI yang tidak dikehendaki. Bayi akan menolak untuk disusui karena ASI berubah menjadi pahit. jika kondisi terus menerus berkelanjutan maka bayi kan kekurangan asupan gizi.

  1. Gula yang berlebihan

Bunda perlu berhati-hati di sini. Asupan gula secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kandungan glukosa dalam darah si ibu. Nah, kandungan glukosa yang berlebih dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan potensi bunda menderita penyakit diabetes. Hal yang dikhawatirkan di sini adalah bayi juga akan mengalami kelebihan gula dalam tubuhnya. Padahal, organ pencernaannya masih belum siap untuk menangani hal tersebut. Ini akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan lain pada bayi.

  1. Minuman berkafein

Minuman yang mengandung kafein (misalnya kopi dan teh), jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membuat si kecil sulit tidur dengan nyaman. Hal yang terjadi justru kegelisahan pada bayi yang menyebabkannya menjadi rewel. Kandungan kafein dalam ASI dikhawatirkan juga dapat membuat iritasi pada lambung bayi. Selain itu, pada bayi yang memiliki alergi kafein hal ini dapat menyebabkan kejang otot.

  1. Sayuran yang mengandung gas

Hal ini berlaku untuk makanan yang mengandung gas, contohnya paprika, kol, brokoli, dan bawang. Bunda sebaiknya mengurangi konsumsi beberapa jenis sayuran tersebut jika tidak bisa menghindarinya 100%. Sayuran tersebut dapat disubtitusi menggunakan sayuran jenis lain yang lebih aman, seperti sayur sayur kangkung dan selada. Nah, mengapa sayuran yang mengandung gas disarankan untuk dikurangi? Hal itu karena kandungan gasnya dapat menurunkan tingkat viskositas ASI serta mengurangi kemanisannya. Hal ini cenderung menyebabkan penolakan bayi pada ASI yang diproduksi.

  1. Minuman bersoda

Semua minuman bersoda memiliki sifat panas. Minuman jenis ini dapat mengikat nutrisi pada tubuh ibu menyusui sehingga ASI yang diproduksinya menjadi kekurangan beberapa senyawa gizi yang dibutuhkan oleh si kecil. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka yang dikhawatirkan adalah bayi mengalami defisiensi beberapa senyawa penting yang menunjang tumbuh kembangnya.

  1. Makanan  yang asam

Beberapa makanan yang bersifat asam (pH rendah), misalnya jeruk, strawberry, nanas, tape serta semua jenis cuka dapat menurunkan viskositas ASI yang diproduksi. Baik keenceran maupun rasa asam yang ditimbukannya menyebabkan si kecil tidak mau meminumnya. Sifat sam pada ASI dapat menyebabkan lambung si kecil teriritasi. Nah, lantas apa contoh buah yang tidak asam? Bunda bisa memilih buah mangga manis dan pepaya tua sebagai alternatifnya.

  1. Makanan yang bersantan

Sebaiknya Bunda mengurangi konsumsi makanan yang bersantan. Mengapa? Makanan jenis ini dapat membuat bayi gumoh dan perut kembung  sehingga si kecil merasa tidak nyaman dan akhirnya menangis secara terus menerus (baca juga : http://pelancarasi.net/penyebab-gumoh-bayi-cara-mengatasinya/)

  1. Buah-buahan beralkohol tinggi

Sebaiknya bunda tidak mengkonsumsi secara berlebihan buah buahan yang mengandung alkohol tinggi. Kandungan alkohol pada buah dapat menyebabkan iritasi pada lambung si kecil. Selain itu, jika ASI mengalami perubahan rasa maka yang dikhawatirkan adalah bayi tidak mau meminumnya.

  1. Minuman beralkohol

Ada beberapa makanan dan minuman pantangan untuk ibu menyusui. Ibu yang sedang menyusui harus menjauhi minuman beralkohol. Sebenarnya alasannya adalah sama seperti pada buah yang mengandung alkohol tinggi. Hanya saja, minuman beralkohol bersifat lebih panas dan dapat menyerap beberapa nutrisi pada ASI. Pada ASI dengan kadar alkohol yang tinggi, bayi bisa mengalami kejang, diare dan bahkan kematian. Perlu diwaspadai juga bahwa alkohol dapat merusak jaringan otak si kecil sehingga menyebabkan kemunduran saraf motoriknya.

  1. Susu dan produk olahannya

Susu memang memiliki kandungan nutrisi yang bagus. Begitu juga dengan beberapa produk olahannya, seperti keju, yogurt, es krim, mentega dan susu krim. Ada bunda yang beranggapan bahwa mengkonsumsi susu dan produk olahannya tersebut dapat meningkatkan produksi ASI nya. Ternyata tidak seperti itu. Hal tersebut tidak berpengaruh. Jika bunda ingin mengkonsumsinya, pilihlah yang rendah kalori atau rendah lemak.

  1. Obat-obatan pereda rasa sakit

Bunda perlu berhari-hati di sini. Konsumsi obat pereda rasa nyeri, seperti obat sakit kepala dan obat peredah sakit jantung, mampu mengakibatkan perubahan pada kualitas ASI. Beberapa zat kimia pada obat-obatan tersebut mampu bereaksi dengan cepat melalui kelenjar susu. Kemudian mengendap dan bergabung dengan nutrisi yang ada pada ASI. Nah, jika si kecil sangat sensitif terhadap obat-obatan jenis ini, bayi akan mengalami muntah-muntah dan kejang. Ini adalah gejala terjadinya keracunan. Segala obat yang bunda konsumsi seharusnya selalu dikonsultasikan dengan dokter yang berkompeten.

  1. Makanan yang dipanggang dan dibakar

Mengapa harus waspada dengan makanan ini? Hal ini terkait proses pembakaran yang menyebabkan pembentukan senyawa radikal bebas. Senyawa ini ditakutkan ikut dalam ASI sehingga tugas si kecil terlalu berat untuk menetralisir senyawa radikal bebas tersebut. Sebaiknya bunda membatasi konsumsi makanan jenis ini.

  1. Makanan laut yang mengandung logam

Hal ini sudah menjadi rahasia umum. Beberapa makanan dari laut seperti kepiting, lobster, aneka macam siput laut, cumi cumi, kerang-kerangan, teripang, daging gurita, atau ikan hiu memang cukup nikmat. Pada dasarnya makanan laut ini tidak berbahaya. Hanya saja, yang ditakutkan adalah jika mengandung banyak cemaran logam berbahaya. Nah, ini yang sangat tidak diharapkan. Mungkin lebih tepatnya ini bukan pantangan, namun suatu warning untuk berhati-hati dalam memiliihnya.

Unsur logam dalam makanan laut berbahaya karena bersifat mengendap dan mengiritasi. Bayi yang belum sempurna sistem pencernaanya akan mengalami ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan sehingga akan sering rewel jika kandungan logam pada ASI cukup tinggi.

  1. Makanan dan minuman mengandung mint

Beberapa sumber menyebutkan bahwa konsumsi yang terus menerus selama jangka waktu tertentu dapat berakibat buruk pada kualitas dan kuantitas ASI. Zat tertentu dalam mint menyebabkan penurunan produksi ASI serta mengikat beberapa senyawa penting yang dibutuhkan oleh si kecil.

  1. Rokok

Kami sarankan Bunda menghindari dan menjauhi siapa saja yang sedang merokok. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pencemaran ASI dari tar dan nikotin yang bisa terhirup melalui rongga mulut dan hidung. Kedua senyawa tersebut (nikotin dan tar) dapat  menyebabkan ASI mengalami penurunan viskositas dan kehilangan beberapa nutrisi penting. Kandungan tar dan nikotin yang tinggi pada ASI dapat menyebabkan kejang dan keracunan pada bayi. Jangan sampai hal ini terjadi.

Itulah tadi artikel yang membahas makanan pantangan ibu menyusui. Semoga bisa menjawab pertanyaan bunda tentang apa pantangan makanan untuk ibu menyusui yang harus diketahui...

Sumber : Hamil.co.id | Mediskus.com | Alodokter.com

Hai Bun, ingin ASI lancar secara cepat ? Klik pengalaman saya di bawah ini :

Leave a Reply