Panduan Terlengkap Cara Melancarkan ASI

Panduan Terlengkap Cara Melancarkan ASI

Cara melancarkan asi-ASI merupakan lambang kasih seorang ibu kepada buah hatinya. ASI memberikan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan sang bayi. Selain itu, ASI dapat meningkatkan ikatan bunda dengan bayi. Tidak heran jika inisiasi menyusui dini sangat dianjurkan (baca: Cara Inisiasi Menyusui Dini setelah Melahirkan). Tetapi, ada kondisi tertentu yang membuat bunda sangat khawatir, yaitu ketika saluran ASI tersumbat atau mampet. Bunda tentu tidak dapat menikmati momen menyusui dan timbul rasa kawatir jika nutrisi bayi tidak tercukupi karena penyumbatan tersebut. Penyumbatan ini bisa disebabkan karena radang payudara atau karena ada penyumbatan pada saluran ASI. Bagaimana detailnya? Kita simak ulasannya berikut ini.

Penyebab ASI Berkurang

Ada beberapa faktor penyebab asi berkurang. Saluran ASI yang tersumbat biasanya terjadi pada salah satu payudara. Namun, ada pula ibu menyusui yang mengalami pada kedua payudara sekaligus. Kondisi ini sering disebut dengan istilah blocked duct atau plugged duct.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab asi berkurang atau asi mampet, antara lain :

  1. Produksi ASI yang jauh lebih banyak daripada jumlah ASI yang dihisap oleh bayi
  2. Tidak menyusui bayi secara rutin dan teratur. Ini adalah penyebab penurunan produksi asi yang serius.
  3. Milk blister atau bintik putih yang menyumbat lubang puting
  4. Tekanan berlebihan pada payudara, misalnya saat memerah ASI, bra yang terlalu ketat, posisi tidur yang tidak benar, dll
  5. Stres, kelelahan, sistem imun yang lemah, dan anemia. Faktor ini tidak bisa diremehkan karena merupakan penyebab asi berkurang yang banyak ditemui.

Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh ibu menyusui ketika saluran asi mampet adalah :

  1. Sakit pada payudara
  2. Bila ditekan, terdapat bagian yang keras seperti gumpalan atau lempengan besar di payudara
  3. Sebagian ibu mengalami kulit yang berwarna kemerahan di area yang tersumbat
  4. Aliran ASI tidak selancar biasanya, sehingga bayi tiba-tiba menolak menyusu di payudara tersebut
  5. Saluran ASI tersumbat tidak disertai demam. Namun bila terjadi demam, Anda perlu berhati-hati dengan matitis, yaitu kondisi serupa yang disertai dengan infeksi pada saluran payudara.

Cara Melancarkan ASI

Beberapa metode dapat digunakan sebagai cara melancarkan ASI dari hamil sampai pasca melahirkan, di antaranya adalah :

1. Sugesti

Sugestif / afirmasi positif dilakukan untuk mempersiapkan agar ASI bisa mengalir dengan lancar dan memenuhi kebutuhan bayi sejak hari pertamanya hadir di dunia. Langkah–langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Pada saat duduk pusatkan pandangan atau perhatian pada satu titik atau benda terus – menerus hingga terasa kelopak mata semakin santai, mulai berkedip perlahan untuk kemudian biarkan kedua mata terpejam. Nikmati santainya raga dan jiwa. Teknik ini disebut fiksasi mata.
  • Jika ada pikiran datang, sementara biarkan saja, tetap pusatkan perhatian pada musik dan panduan.
  • Saat ini, bisa lakukan teknik “isolasi diri’ dengan berulang – ulang niatkan: “suara apa pun yang ada tetap membuat diriku semakin tenang/rileks”.
  • Berikan sugesti “relaksasi ini membuat saya merasa tenang, damai, dan kelembutan yang terasa di seluruh tubuh serta pikiran. Saya akan mampu menyusui bayi saya dengan lancar, lebih mudah dan berbahagia.

Ulangi relaksasi setiap hari atau dua hari sekali. Cari waktu saat bayi sedang tidur agar ibu bisa melakukan relaksasi dengan baik. Rasakan bahwa ASI ibu semakin lancar dan si bayi semakin sehat. Tidak ada yang dapat menghalangi ibu dalam memberikan ASI. Bunda jangan meremehkan teknik sugesti ini karena ini merupakan salah satu cara cepat melancarkan asi.

2. Breast Care (Perawatan Payudara)

Breast care adalah pemeliharaan payudara yang dilakukan untuk memperlancar ASI dan menghindari kesulitan pada saat menyusui dengan melakukan pemijatan. Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satu penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Perawatan payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi dan mencegah tersumbatnya aliran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI serta menghindari terjadinya pembengkakan dan kesulitan menyusui. Selain itu, juga menjaga kebersihan payudara agar tidak mudah terkena infeksi. Langkah-langkah perawatan payudara menurut Depkes RI tahun 2007 yaitu :

  • Ibu berbaring
  • Memasang handuk pada bagian perut bawah dan bahu sambil melepaskan pakaian atas, handuk dikaitkan dengan peniti
  • Mengmpreskan kedua putting dengan kapas yang dibasahi minyak kelapa atau baby oil selama 2-3 menit
  • Mengangkat kapas sambil membersihkan putting dengan melakukan gerakan memutar dari dalam keluar
  • Dengan kapas yang baru, bersihkan bagian tengah putting dari sentral keluar, melakukan penarikan billa putting inverted
  • Membasahi kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil dan melakukan pengurutan dengan telapak tangan berada diantara kedua payudara dengan gerakan keatas, kesamping, kebawah dan kedepan sambil menghentakkan payudara. Pengurutan dilakukan sebanyak 20 – 30 kali
  • Setelah itu melakukan terapi ketuk mengelilingi payudara dari luar kearah puting sebanyak 20 – 30 kali
  • Meletakkan Waskom dibawah payudara dan menggunakan waslap yang dibasahi air hangat. Mengguyur payudara sebanyak 5 kali, kemudian dilap dengan waslap bergantian dengan air dingin, masing-masing 5x guyuran kemudian diakhiri dengan air hangat
  • Mengeringkan payudara dengan handuk yang dipasang di bahu
  • Lalu membersihkan lagi dengan kapas, jangan membiarkan payudara dalam keadaan basah
  • Memakai BH yang menopang payudara

3. Kompres hangat

Kompres hangat pada payudara akan memberikan sinyal ke hipotalamus melalui sumsum tulang belakang. Ketika reseptor yang peka terhadap panas di hipotalamus di rangsang, sistem efektor mengeluarkan sinyal dengan vasodilatasi perifer. Kompres hangat payudara selama pemberian ASI akan dapat meningkatkan aliran ASI dari kelenjar-kelenjar penghasil ASI. Manfaat lain dari kompres hangat payudara antara lain :

  • Stimulasi refleks let down
  • Mencegah bendungan pada payudara yang bisa menyebabkan payudara bengkak
  • Memperlancar peredaran darah pada daerah payudara

Langkah utama yang dapat Anda lakukan adalah mengompres payudara yang sakit dengan air hangat. Hati-hati, jangan terlalu panas hingga membuat kulit teriritasi.

Tips : Agar panas terasa lebih lama, gunakan diaper sekali pakai yang masih bersih untuk mengompres. Dibandingkan dengan kain atau handuk kecil, cara ini lebih praktis dan terasa lebih nyaman. Teknik ini merupakan cara melancarkan asi yang efektif karena saya pernah membuktikannya sendiri.

4. Teknik Marmet

Teknik ini merupakan kombinasi antara cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga reflek keluarnya ASI dapat optimal. Ada yang bilang bahwa teknik ini adalah cara cepat melancarkan asi yang efektif setelah rangsangan bayi. Teknik memerah ASI pada prinsipnya bertujuan untuk mengosongkan ASI dari sinus laktiferus yang terletak dibawah areola sehingga diharapkan dengan pengosongan ASI pada daerah sinus laktiferus ini akan merangsang pengeluaran hormone prolactin. Pengeluaran hormone prolactin akan merangsang mammary alveoli untuk memproduksi ASI. Makin banyak ASI dikeluarkan atau dikosongkan dari payudara maka akan semakin banyak ASI akan diproduksi. Bagaimana cara marmet yang benar? Berikut ini adalah ulasannya.

Teknik Marmet untuk Melancarkan ASI

  • Meletakkan ibu jari dan dua jari lainnya (jari telunjuk dan jari tengah sekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari aerola pada posisi jam 12 dan jari lainnya di posisi jam 6. Posisi jari seharusnya tidak berada di jam 12 dan jam 4.
  • Mendorong kearah dada dengan menggunakan ibu jari dan dua jari lainnya, hindari meregangkan jari.
  • Menggulung menggunakan jari dan jari lainnya secara bersamaan. Menggerakkan ibu jari dan jari lainnya hingga menekan sinus laktiferus hingga kosong. Jika dilakukan dengan tepat, maka ibu tidak akan kesakitan saat memerah. Memperhatikan posisi dari ibu jari dan jari lainnya. Posisi jari berubah pada tiap gerakan mulai dari posisi Push (jari terletak jauh dibelakang aerola) hingga posisi Roll (jari terletak di sekitar aerola).
  • Mengulangi gerakan diatas secara teratur hingga sinus laktiferus kosong. Memposisikan jari secara tepat, Push (dorong), Roll (gulung).
  • Memutar ibu jari dan jari lainnya ke titik sinus laktiferus lainnya. Demikian juga saat memerah payudara lainnya, gunakan kedua tangan. Misalkan saat memerah payudara kiri, gunakan tangan kiri dan saat memerah payudara kanan gunakan tangan kanan. Saat memerah ASI, jari-jari berputar seiring jarum jam ataupun berlawanan agar semua sinus laktiferus kosong. Selanjutnya memindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 6 dan jam 12, posisi jam 11 dan jam 5, posisi jam 2 dan jam 8, kemudian jam 3 dan jam 9.
  • Menghindari gerakan menekan payudara, menarik putting dan mendrng payudara.
  • Melanjutkan prosedur dengan gerakan untuk merangsang refleks keluarnya ASI yang terdiri dari massage (pemijatan), Stroke (tekan) dan Shake (guncang). Memijat alveolus dan duktus laktiferus mulai dari bagian atas payudara. Dengan gerakan memutar, memijat dengan menekan ke arah dada. Kemudian menekan (stroke) daerah payudara dari bagian atas hingga sekitar putting dengan tekanan lembut dengan jari seperti menggelitik. Gerakan dilanjutkan dengan mengguncang (shake) payudara dengan arah memutar.
  • Mengulangi seluruh proses memerah ASI pada tiap payudara dan teknik stimulasi refleks keluarnya ASI sekali atau dua kali.
  • Teknik ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit , memeras tiap payudara selama 5 – 7 menit dilanjutkan dengan gerakan stimulasi refleks keluarnya ASI, memeras lagi tiap payudara selama 3-5 menit dilanjutkan gerakan stimulasi refleks keluarnya ASI dan terakhir memeras ASI tiap payudara selama 2-3 menit

5. Pijat oksitosin

Apakah Bunda pernah membaca artikel yang menyatakan bahwa pijat oksitosin adalah salah satu cara melancarkan asi? Ya betul, pijat oksitosin memang merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormone prolactin dan oksitosin setelah melahirkan. Pijat oksitosin ini cukup efektif sebagai cara melancarkan asi tersumbat.

Pijat oksitsin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down. Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsangn pelepasan hormone oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit.

Cara Melakukan Pijat Oksitosin

  • Melepaskan baju ibu bagian atas
  • Ibu miring ke kanan maupun ke kiri, lalu memeluk bantal
  • Memasang handuk
  • Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil.
  • Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan.
  • Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan-gerakan melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
  • Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah dari leher kearah tulang belikat, selama 2-3 menit.
  • Mengulangi pemijatan hingga 3 kali.
  • Membersihkan punggung ibu dengan washlap air hangat dan dingin secara bergantian.

6. Pijat Endorphin

Endorphin massage merupakan suatu metode sentuhan ringan yang dikembangkan pertama kali oleh Costance Palinsky. Sentuhan ringan ini bertujuan meningkatkan kadar endorphin (untuk membiarkan tubuh menghasilkan endorphin).

Pijat Endorphin sebagai Cara MelancarkanASI

  • Ambil posisi senyaman mungkin, bisa dilakukan dengan duduk atau berbaring miring.
  • Tarik napas dalam, lalu hembuskan dengan lembut sambil menutup mata. Sementara itu, petugas atau suami mengelus permukaan luar lengan anda, mulai dari tangan sampi lengan bawah. Lakukan belaian dengan lembut menggunakan jari-jemari atau hanya ujung-ujung jari.
  • Setelah sekitar 5 menit, minta suami untuk berpindah ke lengan/tangan yang lain.
  • Sentuhan bias dilakukan di daerah punggung, lakukan pijatan lembut dan ringan arah bahu kiri dan kanan membentuk huruf V, ke arah tulang ekor
  • Terus lakukan pijatan berulang-ulang.

7.  Metode SPEOS

Metode ini dilakukan dengan mengkombinasikan antara pijat endorphin, pijat oksitosin dan sugesti/afirmasi positif Tujuan dari metode "SPEOS" adalah untuk membantu ibu nifas (menyusui) memperlancar pengeluaran ASI dengan cara stimulasi untuk merangsang hormon oksitosin sehingga selanjutnya keberhasilan pemberian ASI eksklusif bias tercapai. Konsep dari metode "SPEOS" ini adalah seorang ibu yang menyusui tidak hanya dipandang/dibantu dari aspek fisik saja tetapi proses adaptasi psikologis juga menjadi kajian, terlebih hormone oksitosin ini sangat sensitive dengan kondisi psikologis ibu. Itulah mengapa metode speos bisa menjadi pilihan bagus cara melancarkan asi setelah melahirkan.

8. Tehnik Massase Rolling (Punggung)

Lagi-lagi teknik pijat menjadi alternatif pilihan cara melancarkan asi yang mampet. Teknik Massase Rolling (Punggung) dapat memberikan sensasi relaks dan melancarkan aliran syaraf serta saluran ASI kedua payudara. Massage rolling (punggung) akan memberikan kenyamanan dan membuat rileks bunda karena massage dapat merangsang pengeluaran hormone endorphin serta dapat menstimulasi refleks oksitosin. Tehnik pemijatan pada titik tertentu dapat menghilangkan sumbatan dalam darah dan energy di dalam tubuh akan kembali lancar. Dengan kata lain, massase rolling (punggung) memberikan efek rileks pada bunda secara tidak langsung yang dapat menstimulasi hormon oksitosin yang dapat membantu proses kelancaran produksi ASI.

9. Susui terus

Tidak ada ‘pompa’ ASI yang lebih baik daripada hisapan bayi Anda. Ini adalah cara melancarkan asi yang cepat. Susui terus bayi Anda agar saluran ASI Anda lancar kembali. Usahakan agar posisi dagunya mengarah pada bagian yang tersumbat, walaupun mungkin Anda harus ‘berakrobat’ dan bereksperimen dengan berbagai posisi menyusui yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Gunakan hukum gravitasi. Usahakan tubuh Anda berada di atas dengan payudara menggantung ke bawah, agar aliran ASI lebih lancar.

10. Perah atau pompa

Pada intinya, bila saluran ASI tersumbat Anda harus mengosongkan payudara. Setelah menyusui, perah atau pompa sisa ASI yang masih ada di dalam payudara. Jangan khawatir dengan berapa banyak yang Anda dapatkan, karena tujuannya adalah membuat saluran lancar kembali.

11. Rendam air panas

Selain mengompres payudara, Bunda dapat merendamnya di dalam air panas / hangat. Gunakan baskom atau wadah sejenisnya dan isi dengan air panas/hangat (hati-hati, jangan sampai Anda kepanasan). Lalu celupkan payudara yang sakit ke dalamnya.

12. Istirahat

Hal ini tidak boleh diabaikan. Istirahat yang kurang akan menyebabkan produksi asi menurun. Bunda sebaiknya berkomunikasi dengan suami dalam mengerjakan tugas-tugas rumah sehingga waktu istirahat semakin maksimal. Saya tahu bahwa kewajiban merawat bayi dan tugas mengurus rumah adalah sangat menyita waktu. Itulah sebabnya mengapa hal tersebut harus dikomunikasikan dengan suami.

13. Makanan pelancar asi

Beberapa jenis makanan memiliki senyawa galaktogogus yang dapat melancarkan asi. Mengkonsumsi makanan pelancar asi tersebut merupakan cara melancarkan asi yang efektif. Apa saja makanan pelancar asi tersebut? Detailnya silahkan baca di 25 Makanan Pelancar ASI yang Bagus.

Sumber : Mas´adah

----------

Saya rasa Bunda membutuhkan referensi mengenai makanan pelancar asi yang bagus. Tidak ada salahnya jika Bunda mengikuti sharing pengalaman saya dalam menemukan makanan pelancar asi yang bagus. Silahkan klik link di bawah ini :

Leave a Reply