Persiapan Melahirkan Anak Pertama di Rumah Sakit

Persiapan Melahirkan Anak Pertama di Rumah Sakit

Persiapan melahirkan anak pertama di rumah sakit – Apakah usia kandungan Bunda sudah memasuki usia 9 Bulan? This time, waktunya mempersiapkan kedatangan si buah hati yang dinanti-nanti. Gembira? Pasti! Tapi jangan sampai rasa gembira tersebut membuat Bunda gugup dan cemas ya Bun. Bunda harus tetap tenang dalam mempersiapkan segalanya. Be calm and be happy !

Tahukah Bunda? Pada kondisi kehamilan yang memasuki usia 9 bulan membuat rahim terdorong ke arah diafragma yang mengakibatkan timbulnya rasa mual dan nafas menjadi lebih pendek. Meskipun demikian bunda tidak perlu khawatir bayi akan kehilangan oksigen. Karena asupan oksigen akan mencukupi sesuai kebutuhan bayi bunda. Selain itu, kondisi organ bayi semakin berkembang pesat bahkan si buah hati sudah  dapat mengambil nafas, membuka mata, mendengar suara dari luar kandungan, dan sudah dapat mengkoordinasikan kemampuan menghisapnya.

Pada usia kehamilan yang memasuki 9 bulan akhir akan menimbulkan stretchmark yang semakin jelas. Tapi tenang bunda, stretchmark ini tidak akan membahayakan ibu dan janin. Hal terpenting adalah persiapan persalian yang dapat bunda konsultasikan dengan dokter kandungan bunda. Proses persalinan yang didukung oleh persiapan yang matang akan membantu bunda dalam mengelola emosi. Bahkan bnda dapat merasakan kekuatan dukungan di dalam diri maupun dari lingkungan orang orang tercinta. Pada kondisi inilah yang menyebabkan ibu hamil memerlukan list  untuk mendukung persalinannya agar berjalan lancar dan tenang. Baik, mari kita pelajari apa saja ceklis persiapan melahirkan di rumah sakit secara normal ataupun caesar. Persiapan melahirkan anak pertama di rumah sakit sebenarnya sama dengan anak kedua dan seterusnya. bedanya hanya di sisi psikologis saja, deg-degan, hehe.

Persiapan Melahirkan Anak Pertama di Rumah Sakit

  1. Persiapkan rumah sakit dan dokter

Ada baiknya bunda mempersiapkan kedua hal ini jauh sebelum hari kelahiran. Mulailah mencari informasi mengenai dokter kandungan yang tepat untuk persalinan bunda sejak masa awal kehamilan bunda, karena pemilihan dokter akan memengaruhi pilihan rumah sakit. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah apakah doter tersebut pro ASI, apakah pro inisiasi menyusui dini (IMD), dan sebagainya.

Oleh karena itu, bunda perlu banyak mencari informasi, seperti apakah dokter bunda praktik di rumah sakit lain, apakah peraturan dan suasana rumah sakit tersebut cocok dengan bunda, kemudian yang juga perlu dipertimbangkan adalah jarak rumah bunda ke rumah sakit tersebut.

Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya selama masa kehamilan dan cobalah untuk bertanya pada dokter atau petugas di bagian unit persalinan, apakah bunda dapat melihat-lihat fasilitas yang cukup, seperti kamar dan ruang bersalin. Setelah itu, persiapkan semua administrasi rumah sakit ya Bun.

  1. Ikuti kelas persiapan melahirkan

Bunda dapat mempelajari dasar-dasar prinsip melahirkan dari awal, tapi akan layak untuk melatih teknik pernapasan dan relaksasi dengan seseorang yang paham mengenai topik tersebut. Lagipula, bunda mungkin memiliki beberapa pertanyaan pribadi yang amat sangat butuh jawaban. Ada segala macam hal tentang ibu baru, untuk apa pun alasannya, kadang-kadang tetap tabu — inkontinensia urin, baby blues, dan penurunan gairah seks. Bunda tidak akan memiliki pengalaman yang sama seperti teman bunda, tapi mencari tahu hal-hal tentang tertentu menjelang waktu persalinan dapat mengurangi faktor kejutan. Jadi bertanya-tanya harus dipersiapkan.

  1. Tentukan siapa yang boleh ikut menemani

Menentukan seseorang yang boleh ikut menemani adalah keputusan yang sangat pribadi. Beberapa ibu menyukai disambut oleh kamar yang penuh dengan orang-orang terdekatnya, termasuk pasangan mereka, bidan, satu-dua teman dekat, ibu dan ibu mertua untuk menyaksikan keajaiban kelahiran bayi dan memberikan dukungan. (Jika bunda termasuk dalam kategori ini, konfirmasikan dengan pihak rumah sakit atau klinik bersalin pusat untuk melihat berapa banyak orang yang diperbolehkan berkunjung).

Yang lain lebih memilih satu-dua orang penting saja yang hadir menemani. Pikirkan matang-matang tentang apa yang bunda inginkan, sehingga tidak ada kesalahpahaman, tamu tak diundang, atau mereka yang tersinggung. Menunjuk “juru bicara” keluarga dari awal juga dapat banyak membantu — yaitu, seseorang yang dapat mengirim email dan menelepon (atau menyebarkan berita di situs jejaring sosial) orang-orang terdekat untuk memberi tahu kelahiran bayi bunda. Terakhir, ingat bahwa melahirkan adalah pekerjaan melelahkan, dan pengunjung yang terus bermunculan dengan mendadak selama pemulihan bunda mungkin tidak membuat bunda beristirahat dengan tenang. Jika bunda mulai merasa kewalahan, tidak apa untuk meminta perawat bertindak sebagai “penyeleksi” tamu.

Persiapan di Rumah Sebelum Melahirkan di Rumah Sakit

  1. Bayar tagihan, belanja bulanan, dan iuran rumah tangga

Jangan biarkan hal kecil menggangu pikiran bunda saat proses melahirkan. Sepele memang, namun akan mudah melupakan semua urusan bayar-membayar keperluan rumah tangga seperti listrik, internet, air, spp anak sulung, cicilan mobil, rumah, apapun itu, begitu si kecil tiba di rumah.

Selain itu, belanja bulanan perlengkapan kebutuhan rumah tangga, mulai dari popok bayi, tisu basah bayi, kain bedong, waslap, botol, susu formula, deterjen khusus bayi dan deterjen reguler Anda, pembalut, hingga pakaian dalam cadangan. Perlengkapan postpartum lainnya yang direkomendasikan termasuk: obat pencahar atau pelunak feses yang aman untuk ibu (minta rekomendasi dokter kandungan bunda), kompres, obat penghilang nyeri, kain kassa, bantal donat, hingga persediaan bahan makanan segar, kering, dan beku.

  1. Pasang kursi bayi di mobil

Satu bagian sangat penting dari persiapan melahirkan adalah pemasangan kursi mobil khusus bayi (car seat). Sebagian besar rumah sakit tidak akan membiarkan bunda check out dari rawat inap jika bunda tidak memiliki kursi bayi yang terpasang di mobil. Jika bunda akan menggunakan mobil sendiri untuk pulang-pergi ke rumah sakit, pasang kursi bayi dari sekarang (minta bantuan pasangan atau orang lain) sehingga bunda memiliki banyak waktu untuk memastikan kursi sudah terpasang dengan benar.

  1. Babyproof rumah

Pastikan kamar bayi sudah siap, pakaian dan perlengkapan bayi (kain bedong, seprai, selimut, sarung bantal guling) dan pakaian Anda serta pasangan semua sudah dicuci dan disterilkan. Cuci semua item secara terpisah menggunakan deterjen lembut ramah-bayi dan bebas dari parfum. Anda dapat melakukan babyproofing yang lebih mendetail, seperti menutup ujung-ujung meja dan stop kontak, nanti ketika si kecil sudah lebih aktif.

Selain itu, luangkan waktu untuk diskusi dari hati-ke-hati dengan pasangan tentang ekspektasi tugas rumah tangga masing-masing setelah bayi tiba nanti. Jangan berasumsi bawa pasangan Anda akan paham seberapa banyak bayi baru Anda akan membolak-balik hidup Anda. Bicarakan tentang bagaimana Anda berdua akan membagi tugas merawat bayi dan merawat rumah. Dan, pandu pasangan tentang hal-hal yang mungkin kurang jelas, seperti apa yang dapat ia lakukan untuk mendukung Anda menyusui nanti.

  1. Packing tas bersalin dan setelah melahirkan

Persiapkan tas rumah sakit dari jauh-jauh hari. Idealnya ketika Anda hamil 8 bulan, karena Anda bisa melahirkan setiap saat dalam minggu-minggu menjelang tanggal jatuh tempo. Anda mungkin ingin mengepak dua tas kecil untuk persiapan melahirkan: satu untuk barang-barang yang Anda butuhkan selama persalinan, dan satu lagi untuk barang-barang untuk setelah Anda melahirkan, di ruang pemulihan.

Jika bund berencana melahirkan di rumah sakit, persiapkan tas bunda setidaknya tiga minggu sebelum tanggal HPL ya bun. Lalu apa sajakah yang perlu  unda persiapkan?

 Checklist Persiapan Melahirkan

  • Identitas diri (KTP/SIM), kartu asuransi, formulir dan data-data rumah sakit yang Anda perlukan, daftar nomor telepon penting yang bisa dihubungi
  • Baju ganti (jubah mandi, daster, sendal, kaus kaki) untuk Anda pakai saat melahirkan. Pihak rumah sakit biasanya akan menyediakan jubah dan sendal rumah sakit, tapi tidak apa untuk membawa cadangan pribadi. Pilih daster atau piyama yang nyaman, sebaiknya tanpa lengan, atau berlengan pendek dan longgar, sehingga perawat akan dengan mudah memeriksa tekanan darah Anda.
  • Daftar rencana persalinan Anda, jika ada.
  • Barang untuk relaksasi saat persalinan (bola tenis dan kaus kaki tebal). Ini adalah cara alami untuk membantu meringankan nyeri punggung selama persalinan. Masukkan bola tenis ke dalam kaus kaki, ikat ujungnya, dan minta pasangan Anda untuk menggulirkan bola kaus kaki di sepanjang punggung Anda, ke atas-bawah. Anda juga bisa berdiri menyender di dinding dengan menyelipkan bole di antara punggung dan dinding, tekan-tekan tubuh menempel ke dinding untuk membantu meredakan ketegangan. Atau, Anda bisa bawa pemutar musik atau buku favorit Anda sambil menunggu persalinan untuk menenangkan diri.


Checklist Perlengkapan Melahirkan Selama di Rumah Sakit

  • Perlengkapan mandi dan kecantikan (makeup, ikat rambut, skin care, pasta dan sikat gigi, sabun dan shampo, sisir, gunting kuku, tisu basah)
  • Baju ganti (t-shirt longgar, handuk, waslap, sarung, pakaian dalam, bra menyusui, kaus kaki hangat), sendal, dan peralatan tidur (bantal atau boneka).
  • Handphone dan charger, pemutar musik, DVD portable — jika perlu
  • Baju salin bayi, juga baju salin Anda, untuk saat check out
  • Camilan
  • Buku dan pulpen
  • Persiapkan Booster ASI jika diperlukan sehingga ASI bisa langsung lancar pascamelahirkan. Kami rekomendasikan makanan pelancar ASI dari Anna Bakery karena enak dan praktis. Selain itu juga banyak yang cocok (Baca : review booster asi terbaik).

Itu tadi uraian tentang persiapan melahirkan anak pertama di rumah sakit. Good Luck Bunda. Semoga artikel yang dirangkum dari beberapa sumber ini bisa membantu bunda dalam mempersiapkan proses persalinan Bunda nanti.

Sumber :

http://www.alodokter.com/bekal-persiapan-melahirkan-bagi-calon-ibu

https://hellosehat.com/menjelang-persiapan-melahirkan/

http://bidanku.com/sudah-siapkah-perlengkapan-persalinan-anda

Leave a Reply